|
Keladi Tikus pertama kali diperkenalkan di Indonesia.
Berawal dari pengalaman ibu kami, Ny. Sri Hatmini Patoppoi
yang mengidap kanker payudara pada tahun 1998. Hasil tes biopsi memberikan kesimpulan Ductal Infiltrating Carcinoma grade III B. Operasi pengangkatan payudara kiri (radical mastectomy) dilaksanakan pada Mei 1998 di Rumah Sakit PELNI Jakarta, bertepatan dengan berbagai kerusuhan yang sedang melanda Ibu Kota Jakarta. Operasi berjalan dengan sukses dan kemudian dilanjutkan dengan menjalani kemoterapi 12 kali. Selama ibu kami menjalani kemoterapi,ayah kami, Drs. Patoppoi Pasau berusaha mencari pengobatan alternatif yang bisa dikombinasikandengan pengobatan medis
modern.Secara kebetulan ayah kami yang pensiunan Direktorat Jenderal Perikanan Departemen Pertanian RI berkunjung ke Malaysia dalam rangka bisnis lobster dengan Mr. Gwe Wei Kiat sekaligus untuk mencarikan Teh Lin Zhi (sejenis jamur)yang kononkatanya bisa membantu mengobati kanker. Di tengah perjalanan mencari teh linzhi, kendaraan yang ditumpangi ayah kami mogok di Kota Malaka, Malaysia. Sambil menunggu mobil diperbaiki, ayah kami pergi ke toko buku yang kebetulan juga menjual obat-obat herbal, tetapi tidak didapatkan teh lin zhi di toko buku tersebut, secara tidak sengaja ayah kami melihat sebuah buku berjudul CANCER, YET THEY LIVE edisi 1996 karangan Prof.Dr. Chris KH Teo seorang ahli Botani dari Universitas Sains Malaysia di Penang Malaysia. Di dalam buku tersebut memuat tentang bagaimana langkah- langkah kita untuk bisa memenangkan perang melawan kanker dan juga memuat tentang khasiat tanaman obat yang belum dikenal di Indonesia pada saat itu. Di dalam buku Cancer, Yet They Live, 1996 tanaman tersebut dinamakan Rodent Tuber dan dalam bahasa latin dinamakan Typhonium Divaricatum. Sedangkan di dalam buku Cancer, Yet They Live edisi revisi 1999 nama latin diubah menjadi Typhonium flagelliforme. Akhirnya, setelah sedikit membaca dan membeli buku tersebut, ayah kami tidak jadi membeli teh linzhi, tetapi langsung pulang ke Jakarta.

CANCER, YET THEY LIVE ! Edisi 1996 CANCER, YET THEY LIVE Edisi Revisi 1999
Berbekal petunjuk yang ada di dalam buku tersebut, ayah kami mencari dan memproses tanaman Rodent Tuber atau sekarang dikenal sebagai Keladi Tikus untuk dikonsumsikan kepada ibu kami. Saya sendiri, BONI PATOPPOI yang tinggal di Buduran Sidoarjo banyak menjumpai Keladi Tikus tumbuh di tepi sungai, jalan, sawah dan kebun. Meskipun di Indonesia belum ada satupun literatur yang mencantumkan Rodent Tuber atau Typhonium Divaricatum atau Typhonium Flagelliforme atau Keladi Tikus sebagai obat pada saat itu, dan kami sudah mengecek ke LIPI, kenyataannya tidak tercantum nama tanaman seperti itu, yang kami temukan hanya Typhonium Trilobatum , tetapi kami tetap berusaha mencari tanaman tersebut, karena kami yakin ini adalah suatu petunjuk dari Allah SWT untuk kesembuhan ibu kami.
Tanaman Keladi Tikus itu sendiri secara kebetulan ditemukan oleh kakak saya, Sri Asniati Patoppoi yang sedang mengunjungi Ibu Titin Komari yang masih kerabat dekat kami di Kedungwuni Pekalongan. Sejak saat itu Keladi tikus selalu dikirimkan ke ibu kami di Jakarta.Selama 3(tiga) bulan sejak Mei 1998 bersamaan dengan kemoterapi ke-4 sampai ke-12 ibu kami mengkonsumsi jus segar tanaman keladi tikus, yaitu dengan menumbuk semua bagian dari tanaman itu(akar, umbi, batang, daun dan bunga), kemudian diperas , disaring dan ditambahkan madu.
Hasilnya sungguh sangat mengembirakan. Efek samping kemoterapi seperti : mual, muntah dan rambut rontok tidak terjadi bahkan napsu makan ibu kami meningkat. Pasien-pasien lainpun termasuk dokter yang menangani terheran- heran melihat kondisi ibu kami yang baik-baik saja.
Hasil pemeriksaan medis seperti tes darah(CEA, CA 15- 3), CT Scan, Bone Scan menunjukkan normal. Alhamdulillah Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada ibu kami untuk bisa memenangkan perang melawan kanker. Sampai saat ini September 2009 ibu kami yang Assistant Apoteker tetap sehat wal afiyat pada usia 70 tahun. Sebagai langkah pencegahan, beliau masih mengkonsumsi keladi tikus baik jus segar maupun yang sudah dibuat dalam bentuk kapsul. Bahkan beliau melayani pasien-pasien kanker untuk berkonsultasi dan membeli keladi tikus setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu jam 08.00 – 12.00 WIB di rumahnya Jl. KayuPutih Empat No.5 RT 009/RW 05 Kel : Pulogadung. Kec : Pulogadung Jakarta- Timur 13260 Telp.(021) 47867686, Telp/fax. (021) 4894754.
|
Ada Pertanyaan??
Perlu bantuan??
Silahkan Hubungi Kami..
Customer Service Kami Siap Membantu Anda..
YM Live Chatt
|