Patoppoi Herba Centre
Home
Awal Diperkenalkan
Cancer Care
Perwakilan Patoppoi Herba Centre
Artikel Kanker
PEMBELIAN
Keladi Tikus

 
 

     Harapan Baru Untuk Penyembuhan Kanker 
      Penderita kanker kini bisa bernapas lega berikut kajian yang dilakukan oleh Prof.Dr. Chris KH Teo dari Universitas Sains Malaysia terhadap tanaman Keladi Tikus sejak 1995 

      1.CIRI- CIRI TANAMAN
      Termasuk golongan tanaman rerumputan yang tumbuh berumpun di antara rerumputan liar di tanah yang gembur, lembab, teduh dan terlindung. Ciri khas tanaman adalah kelopak bunganya yang menyerupai tikus dan ekornya sewaktu mekar. Bunganya bewarna putih. Daun bewarna hijau halus, ujungnya berbentuk anak panah yang melebar. Batang daun bewarna hijau keputihan. Akarnya membesar seperti umbi bewarna putih. Termasuk tanaman kecil berukuran berat 15 – 20 gram setiap rumpun tanaman dewasa.
      Pada mulanya tanaman ini oleh Prof. Dr. Chris KH Teo dinamai Typhonium divaricatum. Tetapi, Su Ting Sai, seorang mahasiswa tingkat sarjana beliau mempelajari karakter morfologis tanaman ini dan membedakannya dengan deskripsi standar dalam kepustakaan. Akhirnya Prof. Dr. Chris KH Teo menyimpulkan bahwa tanaman Rodent Tuber atau Keladi Tikus ini sangat cocok dengan deskripsi Typhonium flagelliforme. Para peneliti dari Singapura, Shao Xing Chen, Goh Chong Jin dan Kon Oi Liau(Planta Medica 63.580 Th1997) juga menyebut Rodent Tuber dengan Typhonium flagelliforme. Rodent Tuber sendiri juga bisa ditemui tumbuh di China selatan dan digunakan dalam pengobatan tradisional China. Prof.Dr. Chris KH Teo mempelajari morfologi daun Rodent Tuber lokal dan morfologi daun Rodent Tuber dari China yang dilabelkan sebagai Typhonium flagllieforme. Dedaunan tanaman muda terlihat sama, tetapi dedaunan tanaman dewasa berbeda. Typhonium flagelliforme dari China memiliki daun oval yang meruncing pada kedua ujungnya atau menyerupai daun bambu. Rodent Tuber lokal memiliki daun yang lebar ujungnya, berbentuk ujung anak panah. Juga tanaman Rodent Tuber lokal lebih sering berbunga membentuk bagian bunga panjang seperti ekor tikus. Tanaman dari China belum memproduksi bunga meskipun sudah berumur 6 bulan. Untuk tujuan referensi, Prof. Chris KH Teo, pada kesempatan ini akan tetap menyebut Rodent Tuber atau Keladi Tikus sebagai Typhonium flagelliforme. Dan kelihatannya nama itu sudah sangat populer. Tetapi apabila terdapat lebih banyak bukti, tanaman yang sama ini bisa diberi nama botani lainnya. Namun para pasien kanker tidak perlu merasa cemas tentang permainan nama ini karena ini hanya untuk keperluan akademis. Sedangkan nama Keladi Tikus itu sendiri adalah istilah yang kami adopsi sendiri dari istilah melayu di Malaysia. Nama Keladi Tikus juga pernah saya daftarkan untuk dipatenkan di Direktorat Jenderal HAKI Departemen Hukum dan HAM RI.Yang lebih penting dari pemberian nama tersebut adalah bahwa anda meminum Rodent Tuber atau Keladi Tikus yang benar.

Boni Patoppoi dengan Keladi Tikusnya
 
      2.HINDARI KEKELIRUAN
      Meskipun banyak dijumpai Keladi Tikus tumbuh di tepi- tepi jalan, sawah dan ladang, tetapi untuk memperoleh Keladi Tikus yang benar kita harus berhati- hati dengan tanaman yang mirip Keladi Tikus. Di antaranya adalah Half Summer atau Typhonium Trilobatum. Perbedaannya dengan Keladi Tikus adalah daunnya yang membentuk tiga lekukan tajam, bergelombang, bewarna hijau buram dan kelopak bunganya tidak berbentuk tikus dan ekornya, tetapi melebar seperti lidah dan bewarna ungu. Jangan menggunakan tanaman tersebut karena akan mengakibatkan keadaan yang kurang menguntungkan. 
      3.CARA PENGGUNAAN KELADI TIKUS.
      a. Minum jus segar Tanaman Keladi Tikus
      Takaran sekali minum 50 – 100 gram seluruh bagian dari tanaman Keladi Tikus yang meliputi : akar, umbi, batang, daun dan bunga. Pilihlah tanaman yang sudah tua, bersihkan, kemudian bilas dan rendam dalam air selama 15 – 30 menit.
      Pembuatan jus segar Keladi Tikus dengan cara ditumbuk halus dan merata dengan menggunakan lumpang dan alu yang terbuat dari batu, keramik atau kayu kering. Kemudian diperas dan disaring. Jus diminum segera setelah dibuat. Campurkan ½ - 1 sendok teh madu untuk menghilangkan rasa perih dan gatal di tenggorokan. Sebaiknya jus diminum sebelum makan atau perut kosong. Jika memiliki gangguan pada lambung(maag)sebaiknya diminum sesudah makan. Per hari bisa minum sampai 3 kali takaran. Hati- hati percikan jus segar Keladi Tikus jangan sampai terkena mata. Pergunakan sarung tangan karet atau plastik pada saat pembuatan jus. Untuk menghilangkan rasa gatal di tangan dan kulit cukup dibilas dengan air gula. Jangan gunakan lumpang dan alu yang terbuat dari logam dan jangan diblender. Jus segar Keladi Tikus tidak boleh disimpan di dalam botol atau dalam lemari es. Keladi Tikus sebaiknya jangan direbus karena akan menghilangkan senyawa aktif di dalamnya.
 
 
  
 
Tayangan di TPI yang meliput Patoppoi Herba Centre (Cancer Care Indonesia).

      b. Minum kapsul yang terbuat dari ekstrak kering Keladi Tikus.
      Aturan pakai : 2-3 kapsul, 3 kali per hari sebelum makan(perut kosong). Jika memiliki gangguan pada lambung (maag) sebaiknya diminum 30 menit sesudah makan. 
      4. PENGARUH TERHADAP TUBUH
      Keladi Tikus tidak bersifat racun atau bisa sehingga aman dikonsumsi oleh manusia. Cairan atau ekstrak kering Tanaman Keladi Tikus berkhasiat sebagai penawar racun dan pembersih darah sehingga mengaktifkan sel- sel darah. Sel- sel darah yang aktif akan memproduksi mediator yang akan merangsang dan mengaktifkan sel- sel lain dari siatem kekebalan tubuh untuk melawan sel- sel yang sakit termasuk sel- sel kanker atau sel- sel abnormal. 
      5. EFEK SAMPING
      Pada awal pemakaian Keladi Tikus, anda akan mengalami “ Krisis Penyembuhan “ atau Healing Crisis yang terjadi sebagai akibat dari perlawanan sistem pertahanan tubuh kita terhadap sel- sel kanker dan proses detoksifikasi atau pembuangan racun di dalam tubuh. Selama proses detoksifikasi, kemungkinan anda akan mengalami gejala- gejala seperti : perut terasa dikocok- kocok, dan mengalami diare ringan, tinja bewarna hitam dan kentut berbau tajam, bintik- bintik merah pada kulit, demam, rasa gatal, pembengkakan pada bagian tubuh yang terserang penyakit atau kanker, penumpukan dahak, rasa nyeri atau mati rasa pada bagian tungkai, lengan dan persendian terutama pada bagian yang terserang kanker atau di tumornya, badan terasa lemas, lesu dan capek, terganggunya periode haid pada wanita, keluarnya darah kotor bercampur flek hitam dari kemaluan wanita(seperti haid), sering buang air kecil dan napsu makan meningkat. Jika Healing Crisis terjadi menunjukkan obat ini sudah bekerja efektif. Healing Crisis bisa terjadi bisa tidak, bisa cepat bisa lambat tergantung sistem pertahanan seseorang yang berbeda- beda dan juga tergantung stadium dan metastase dari kanker yang diidap oleh seseorang. Jangan khawatir ! gejala- gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya tanpa harus dihambat oleh obat- obat lainnya. Secara perlahan- lahan kondisi anda akan lebih baik. Teruskan pemakaian obat ini. Jika anda sedang mengkonsumsi obat dan vitamin dari dokter, silakan minum tetapi jangan bersamaan , kira- kira ½ - 1 jam sebelum atau sesudahnya. Bagi wanita hamil dapat mengkonsumsi Keladi Tikus setelah umur kehamilan 4(empat) bulan. Selama mengkonsumsi Keladi Tikus, sebaiknya tidak mengkonsumsi obat China atau jamu lainnya, karena akan mengurangi efektifitas dari pemakaian Keladi Tikus. Dianjurkan untuk mengkonsumsi air, jus buah dan sayuran yang banyak untuk membantu proses detoksifikasi atau proses purifying ini. 
      6.MEMBANTU PENGOBATAN MEDIS
      Pada kanker stadium lanjut dan kanker yang sudah bermetastase atau kanker yang tumbuh pada organ lain setelah kanker pada salah satu organ telah diobati, pemakaian Keladi Tikus bersamaan dengan pengobatan medis seperti kemoterapi maupun radioterapi memberikan respon positif. Pemakaian Keladi Tikus membantu mengatasi efek samping kemoterapi seperti : rambut rontok, mual, muntah, perasaan tidak enak dan hilangnya napsu makan. Pemakaian Keladi Tikus dapat dilakukan bersamaan kemoterapi, tetapi minimal 2(dua) minggu setelah operasi. 
      7. SUDAHKAH EFEKTIFITAS KELADI TIKUS DIBUKTIKAN
      EfektifitasKeladi tikus terhadap kanker terbukti ketika diperkenalkan kepada seseorang yang sudah putus asa tetapi masih sangat membutuhkan pertolongan pengobatan dan yang sangat optimis terhadap pemakaian Keladi Tikus. Sebagai pilihan dan andalan terakhir, dia mengkonsumsi Keladi Tikus dalam jumlah lebih besar dibanding apa yang dianggap aman oleh orang. Demikian juga selama ini, beberapa orang yang mengkonsumsi Keladi Tikus baik berupa jus segar maupun kapsul melaporkan efek bermanfaat bagi pasien kanker. Beberapa pasien kanker juga mengklaim bahwa kondisi mereka membaik dan “ sementara “ bebas kanker berdasarkan pemeriksaan medis. Di samping itu ada juga pasien-pasien kanker yang masih belum menemukan kesembuhan meskipun sudah mengkonsumsi Keladi Tikus selama berminggu- minggu. Yang lebih menakjubkan, ada pasien- pasien kanker yang kondisinya sudah teramat parah malahan justru memperoleh kesembuhan. Mengapa bisa terjadi hal yang demikian ? Allah Yang Menentukan dan Maha Mengetahui. KESEMBUHAN DAN KEMATIAN ADALAH HAK PREROGATIF ALLAH SWT”
      Dalam sebuah penelitian terhadap sampel- sampel tanaman Keladi Tikus yang dikirim ke berbagai Universitas lokal danmancanegara. Hasil-hasil awalmemperlihatkan bahwa perasan(ekstrak)dari berbagai tanaman Keladi Tikus bisa menghancurkan sel- sel kanker. Tetapi komentar keragu-raguan yang lazim adalahbahwa perasannya masih tidak cukup beracun atau tangguh untuk membunuh sel- sel kanker seperti cara kerja zat- zat kimia beracun yang digunakan dalam Chemical Therapy atau kemoterapi. Karya Prof. Teo dan Prof. K.L Chan di Universitas Sains Malaysia mengungkapkan bahwa perasan umbinya paling efektif terhadap udang laut. Kekuatan efektifitasnya sesuai dengan derajat kesegarannya, penyimpanan mengurangi efektifitasnya. Ini berarti bahwa jus itu paling baik diminum dalam keadaan segar segera setelah pemerasan.
      Prof. O.L. Kon Department of Biochemistry, Faculty of Medicine, Natural University of Singapore(Medical Journal of Malaysia, volume 47 : 1 : 86-87) mempelajari efek perasan Rodent Tuber terhadap penyatuan 3H- thymidine oleh lini sel limfoid. Yang berikut merupakan hasil-hasilnya.

 
A.
 
 
Perlakuan(3-5 jam)     rata-rata cpm/sel            % Kontrol
 
 
Sel kontrol                     23.859
 
 
Perasan daun                901                                       3,8%
 
 
Perasan akar/umbi       5146                                   21,6%
 
 

B.
 
 
Perawatan(21 jam)       rata-rata cmp/sel            % Kontrol
 
 
Sel kontrol                      46.347
 
 
Perasan daun                  1.332                                 2,9%
 
 
dari kontrol
 
 
Perasan akar/umbi         3.533                                 7,6%
 
 

C.                            
 
 
Dari kontrol                     Rata-rata penyatuan     % Kontrol
 
 
                                              thymidine 
 
 
Kontrol(tanpa perasan)    29.748 cpm                     100%
 
 
Perasan akar                       17.400 cpm                    58%
 
 
Daun(chloroform)                2.336  cpm                      8%
 
 
Daun(Lexane)                         873  cpm                      3%
 
Daun(Ethyl acetate)            2.027  cpm                      7%

Catatan : 100% merupakan nilai tak terhalangi. Semakin rendah nilai relatif terhadap kontrol semakin besar efek anti pembiakannya.   
Pada 18 September 1995 Dr. Khaw-Voon Chin, seorang Associate Professor of Medicine and Pharmacology, Cancer Institute of New Jersey, menulis kepada Mr.R.Lim dari Kuala Lumpur sebagai berikut : 
Kami telah mulai menyaring perasan yang diperoleh dari Rodent Tuber untuk aktifitas anti tumor serta anti virus. Kami mendapati perasan cair yang selanjutnya dari jaringan akar sebagai aktif melawan kanker prostat. Diperoleh, perasan organik(padat)dari akar juga memperlihatkan aktifitas potensial melawan patogen tertentu.
      Pada Universitas Sains Malaysia, Lam Siew Hong, seorang mahasiswa Msc dari asssociate Professor Wong See Yong, seorang imunolog, menginjeksi perasan Rodent Tuber ke dalam ikan lele dan memperoleh hasil- hasil yang menarik.
Dalam salah satu eksperimen mereka tarhadap ikan lele(bobot rata- rata 65 gram) dengan bakteri Fibrio parahaemolyticus(10⁹ sel/ml). Lalu ikan itu diberikan injeksi intraperitoneum(1 ml/ikan/injeksi) 2 kali pada interval 2 hari dengan perasan 1% Rodent Tuber atau Lin Zhi(perasan jamur). Hasilnya pada tabel berikut :
 
 
Perlakuan                               % Kematian setelah 7 hari
 
 
1.Air garam + bakteri                           100%
 
 
2.Lin Zhi + bakteri                                  80%
 
3. Rodent Tuber + bakteri                        0%

      Dalam eksperimen lain, Lam & Wong menggunakan ikan lele yang berbobot 300 gram hingga 400 gram masing- masingnya. Mereka menginjeksi 1 ml dari perasan 1% Rodent Tuber atau Lin Zhi ke dalam ikan. Setelah enam hari, jumlah sel fagosit dan aktifitas lysozyme diukur :
 
 
Perlakuan         Sel fagosit peritoneum         Aktifitas Lysozyme
 
 
                                    (x 10⁴ sel)                  Dalamdarah(unit/ml)
 
 
Air garam                        117                                       25,83
 
 
Lin Zhi                             385                                       32,71
 
Rodent Tuber                  446                                       61,67

      Prof. Teo berkeinginan mengetengahkan bahwa semua eksperimen di atas adalah belum komprehensif atau memadai, paling- paling eksperimen itu merupakan karya pendahuluan untuk mengindikasikan bahwa penggunaan Rodent Tuber tentunya memperlihatkan sejumlah efek menarik. Studi- studi ekstensif harus dilaksanakan. Ini berbiaya milyaran rupiah. Sejalan semua ilmuwan akan menyadari bahwa jika tidak ada danaberarti tidak ada penelitian!
 
      8.JANGAN TERINTIMIDASI - FOKUS PADA PERMASALAHAN!
      Informasi yang perlu bagi penderita kanker dan keluarga mereka adalah apakah Keladi Tikus efektif terhadap kanker atau tidak. Proses menjadikan produk tanaman liar yang tidak dikenal menjadi obat yang bisa diterima memerlukan waktu bertahun- tahun. Ini melibatkan penelitian dan pengujian ekstensif dan biaya besar. Penggunaan Keladi Tikus melawan kanker belum diverifikasi secara ilmiah misalnya :
Jika mereka ingin menyamakan efektifitasnya dengan jumlah penelitian yang dilakukan terhadap tanaman itu. Bukti atau verifikasi tersebut kemungkinan tidak tersediaselama beberapa dekade lain ke depan. Tetapi, bagi mereka yang mempunyai beberapa bulan untuk hidup, waktu yang sangat beharga tidak tersedia. Mereka harus memutuskan apakah berkeinginan mengambil langkah terakhir hidup mereka yang susah atau tidak. 

      9. APAKAH KELADI TIKUS AMAN DIKONSUMSI MANUSIA?
      Kami tidak pernah mendengar siapapun sekarat atau sangat menderita setelah menggunakannya selama beberapa tahun.
Yang pasti kami dapat memprediksikan apa yang terjadi pada seseorang setelah mengkonsumsi Keladi Tikus(lihat efek samping). Ibu kami sendiri, Ny. Sri Hatmini Patoppoi, sudah mengkonsumsi Keladi Tikus sejak Mei 1998 sampai sekarang ini Oktober 2012 dan masih sehat- sehat saja. Saya sendiri, Boni Patoppoi putera kedua(4 bersaudara)dari Bp.Drs. Patoppoi Pasau dan Ibu Sri Hatmini Patoppoi, sebelumnya perokok berat, Alhamdulillah sudah tidak merokok sama sekali dan sudah 12 tahun sejak Februari 2000 sampai saat ini Oktober 2012 masih mengkonsumsi Keladi Tikus. Badan terasa selalu fit dan bersemangat. Kami juga banyak mendapatkan kritikan yang menyatakan bahwa Keladi Tikus adalah tidak baik bagi penderita kanker. Beracun bagi tubuh ! Tetapi bagaimana halnya dengan kemoterapi ? Bagi yang memberikan kritikan kami sangat berterima kasih, apalagi jika kritikan itu didasari oleh fakta- fakta yang benar dan jujur, tetapi sebaliknya jika kritikan itu tidak mendasar dan banyak berargumentasi, sebaiknya tidak perlu terintimidasi. 
“ TIDAK ADA JAWABAN YANG MEMUASKAN BAGI ORANG YANG TIDAK PERCAYA”
Jika kita terlalu sering berargumentasi atau berdebat tentang bagaimana melakukan perang melawan kanker ? sama saja seperti : Bagaimana mengambil ikan di dalam sumur ? apakah perlu mengambil air di dalam sumur sampai kering,baru diambil ikannya. Energi kita akan habis terlebih dahulu.
Setelah mempertimbangkan efek-efek yang timbul setelah mengkonsumsi Keladi Tikus, kami berpendapat bahwa Keladi Tikus tidak beracun. Jus maupun Kapsul Keladi Tikus tidak boleh disamakan dengan racun kimia yang digunakan oleh dokter dalam kemoterapi. Tentunya, tidak ada keharusan untuk melaksanakan penelitian untuk perbandingan tersebut.
Sejumlah orang yang mengkonsumsi Keladi Tikus sambil menjalani kemoterapi dan radioterapi, mereka baik-baik saja. Kami meminta mereka untuk menginformasikan kepada dokter mereka tentang hal ini. Ini bisa membantu dokter, sementara dokter mereka merawat. Tentunya, kemungkinan sejumlah dokter tidak menyukai pasiennya minum Keladi Tikus sementara dokter itu sedang merawat pasiennya.. Satu kompromi atau keputusan harus dicapai bersama-sama.
 

      10. KELADI TIKUS SUATU KEBETULAN,ILMIAH ATAU FIKSI.
      Banyak orang yang terus ragu- ragudan menganggap bahwa apa yang kami perkenalkan tentang khasiat Tanaman Keladi Tikus sebagai hal yang belum dibuktikan kebenarannya. Kami tidak terganggu atas keragu- raguan itu. Urusan Ilmiah adalah mencari kebenaran. Anggapan  bahwa seseorang yang  mengetahui kebenaran bukan ilmiah adalah suatu kebodohan.
“ JALAN MENUJU SEHAT ADALAH PENGETAHUAN, MENGETAHUI KEKURANGAN ADALAH KEKUATAN, MENGABAIKAN PENGETAHUAN ADALAH PENYAKIT “
      Kami juga banyak mengetahui proses Biologi yang terjadi baik di dalam diri manusia maupun tanaman yang akan berlangsung secara efisien. Meskipun demikian kami tidak secara pasti mengetahui bagaimana mekanisme individunya bekerja. Sangatlah sering bahwa kebenaran tidak dapat didefinisikan secara ilmiah. Jika dapat dilakukan, hal ini akan makan waktu dan usaha- usaha yang lebih berdedikasi dan berkomitmen dari para ilmuwan. Meskipun kami tidak dapat menjelaskan mekanisme atau mengidentifikasi.

      11. KHASIAT LAIN KELADI TIKUS.
      Selain kanker, Keladi Tikus juga berkhasiat membantu mengobati penyakit- penyakit seperti : kista, myoma, hepatitis, sinusitis, gastritis, prostatis, wasir, ambeien, varises, nyeri persendian, migrain, pengapuran, asam urat, keputihan, menstruasi abnormal, keringat berlebihan di malam hari, sering kesemutan, dll.


PATOPPOI HERBA CENTRE
SIDOARJO - JAWA TIMUR :

 Jl. KH Khamdani No. 8 RT 01/RW 01 Siwalanpanji
Buduran – Sidoarjo – Jawa Timur 61252. 
Telp.(031) 8923479
 Call Centre: 
0819 3808 7251 
0812 3426 1974
0877 5405 9234
031 8815 4445 
www.patoppoi.com
e-mail: boni@patoppoi.com


JAKARTA
Jl. Kayu Putih IV No.5 Jakarta Timur 
Telp. (021) 47867686
Telp/Fax (021) 4894754
Call Centre:
0815 9422 341
0818 0723 5747

YOGYAKARTA 
Fareza Achmad Brahmantya Patoppoi
Perumahan Griya Wirokerten Indah 
Jl. Kokosan No.155
Bangun Tapan - Bantul
Call Centre:
0274 661 3060
0878 3954 7555
www.keladitikusjogja.com
bram@keladitikusjogja.com

BCA No.Rek : 6155 0495 90 a.n Fareza Achmad B P 

 

 










Home
Awal Diperkenalkan
Keladi Tikus
Cancer Care
Perwakilan Patoppoi Herba Centre
Artikel Kanker
PEMBELIAN